Sejarah Kota Tegal

Posted in Rabu, 05 Juni 2013
by Jakwire dewek

Kota Tegal merupakan penjelmaan dari sebuah desa yang bernama TETEGUAL. Pada tahun 1530, Daerah ini telah mengalami banyak kemajuan dan telah menjadi bagian dari wilayah kabupaten Pemalang yang mengakui kerajaan Pajang.

Secara historis dijelaskan bahwa eksistensi dari Kota Tegal tidak lepas dari peran Ki Gede Sebayu. Bangsawan ini adalah saudara dari Raden Benowo yang pergi kearah Barat dan sampai di tepian sungai Gung. Melihat kesuburan tanahnya, Ki Gede Sebayu tergugah dan berniat bersama-sama penduduk meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan serta membuat saluran pengairan. Daerah yang sebagian besar merupakan tanah lading tersebut kemudian dinamakan Tegal.

Selain berhasil memajukan pertanian, dia juga merupakan ahli agama yang telah membimbing warga masyarakat dalam menanamkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas jasanya tersebut, akhirnya dia diangkat menjadi pemimpin dan panutan warga masyarakat.

Kemudian oleh Bupati Pemalang dikukuhkan menjadi sesepuh dengan pangkat Juru Demung atau Demang. Pengangkatan Ki Gede Sebayu menjadi Pemimpin Tegal dilaksanakan pada perayaan tradisional setelah menikmati hasil panen padi dan hasil pertanian lainnya. Perayaan tersebut tepat di bulan punama tanggal 15 sapar tahun EHE 988 yang bertepatan dengan hari jumat kliwon 12 April 1580. Dalam perayaan juga dikembangkan ajaran dan budaya agama islam yang hingga sekarang masih berpengaruh pada kehidupan masyarakat.

Hari,tanggal dan tahun Ki Gede Sebayu diangkat menjadi Juru Demung itu ditetapkan sebagai hari jadi Kota Tegal dengan peraturan Daerah No.5 tahun 1988 tanggal 28 Juli 1988. Ki Gede Sebayu Sebayu, keturunan trah Majapahit yang memilih diam cegah dhahar lawan guling, karena prihatin. Bahkan pada saat suasana makin kacau, Ki Ageng Ngunut (kakek Sebayu) mendesak Sebayu agar menyelamatkan Kerajaan Pajang. Namun, Sebayu menolak. Melihat penderitaan manusia akibat perebutan kekuasaan antar keluarga itu tidak kunjung reda, Sebayu malah pilih pamit untuk menyingkir ke barat. Dia melepas atribut kebangsawanannya dan mengembara mencari hakekat hidup. Sampailah dia di sebuah daerah penuh ilalang, padang rumput luas dengan sungai besar yang dialiri air bening sampai muara laut utara.

Dia terperangah melihat hamparan padang rumput luas yang nyaris tak berpenghuni itu. Temukan Persinggahan Di sana hanya ada beberapa bangunan semipermanen yang dihuni sejumlah santri dan sebuah makam keramat.

Makam tersebut adalah tempat jenazah Sunan Panggung atau Mbah Panggung dikebumikan. Terbersitlah di benak Sebayu untuk mengajari warga pesisir itu bercocok tanam. Dia merasa menemukan persinggahan yang menjanjikan, sehingga menghentikan pengembaraannya. Diajaknya warga setempat membabat alang-alang agar jadi tegalan. Selain itu, dia juga membuat bendungan di hulu sungai daerah Danawarih untuk dijadikan sumber air irigasi. Sementara itu, Pangeran Benow diangkat menjadi raja Pajang.

Dia membutuhkan sepupunya, Sebayu, untuk menjadi patih. Dia pun mengutus sejumlah prajurit untuk mencari Sebayu. Di Desa Tegal, tempat Sebayu bermukim, sepupu Benowo itu ditemukan. Namun, karena Sebayu tidak mungkin meninggalkan rakyat Tegal, Pangeran Benowo melantik dia menjadi juru demang atau sesepuh Desa Tegal. Anugerah sebagai sesepuh desa diberikan pada malam Jumat Kliwon, 15 Sapar Tahun 988 Hijriah, atau tahun 588 EHE. Waktu itu bertepatandengan 12 April 1580 Masehi.

Kaligua serta Goa Jepang

Posted in Selasa, 04 Juni 2013
by Jakwire dewek



Perkebunan teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi wisatawan yang berkunjung dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.

Di dalam kebun teh kaligua terdapat sebuah Goa, yaitu Goa Jepang yang dibangun di bawah kebun teh tempat persembunyian tentara Jepang yang dulu berusaha merebut kebun teh yang dimiliki Van De Jong. Di dalamnya berisi ruang sidang, ruang tahanan, ruang ritual, ruang pembantaian, kamar tempat jugun ianfu, dan ruang senjata.

Lokasi wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Jalur transportasi dapat ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto, tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Perjalanan mulai berkelok-kelok, dan naik-turun. (2 jam dari Brebes)

harga tiket masuk kaligua Rp. 5000/orang.

Makam Mbah Rubi Klampok (Brebes)

Posted in
by Jakwire dewek

Makam Mbah Rubi Klampok terletak di Desa Klampok atau sekitar tiga kilometer arah barat Kota Brebes. Di sekitar makam ulama besar dan dikeramatkan ini juga terdapat makam Bupati Brebes Singosari Pranotoyudo beserta istri serta makam pejabat awal berdirinya Kabupaten Brebes.
Makam Kiai Junaid Randusanga

Selain makam Mbah Rubi Klampok, di Kabupaten Brebes juga terdapat makam Kiai Junaid Randusanga yang terletak di Desa Randusanga Wetan, atau sekitar sembilan kilometer arah utara Kota Brebes.
Menurut sejarah, Kiai Junaid pada perjalanan dari Demak menuju Cirebon singgah di suatu tempat di bawah pohon randu berjajar sembilan sambil menunggu datangnya seorang ulama berasal dari India. Setelah rombongan ulama datang beserta Walisongo, Kiai Junaid diperintahkan tetap tinggal di daerah pohon randu itu sambil menyebarkan agama Islam hingga akhir hayatnya.
Makam Kiai Junaid ini banyak dikunjuungi para pengunjung yang sekedar berziarah dan mendoakan.

Wisata 6 In 1 di Pantai Alam Indah Tegal

Posted in
by Jakwire dewek

Pantai Alam Indah atau PAI adalah salah satu tujuan liburan untuk mereka yang mudik ke Kota Tegal. Tidak hanya pantai yang bisa dinikmati, tapi juga beragam objek wisata lain. Silahkan mampir jika Anda mudik lewat Pantura.

Anjungan, museum, waterpark dan kuliner siap memuaskan liburan Anda di PAI. Cukup membayar tiket masuk seharga Rp 1.500 untuk menikmati 6 spot di bawah ini:

1. Anjungan pantai
Parkirlah kendaraan anda dan berjalanlah menuju anjungan di bibir pantai. Telusuri jalan hingga ke ujung anjungan yang berjarak lebih dari 100 meter, maka Anda seolah sudah berada di tengah lautan. Semilir angin pantai, deburan ombak, dan indahnya sunset bisa menjadi penghilang rasa penat yang melanda, berganti dengan pikiran yang segar.

Sambil menikmati panorama alam, kita bisa menikmati jajanan Khas kota Tegal yang banyak dijajakan oleh pedagang di depan gapura anjungan. Jangan lupa untuk mencicip segarnya air kelapa muda. Jika ingin berinteraksi dengan alam, cobalah untuk memancing di tempat santai di ujung anjungan. Mengabadikan momen dengan berfoto juga jadi salah satu kegiatan yang tidak boleh terlupa.

2. Museum Dirgantara

Berbeda dengan museum kebanyakan yang memajangkan benda museum di dalam ruangan, Museum Dirgantara ini memajang barang-barang sejarah di alam terbuka. Sehingga pengunjung bisa bebas mengekspresikan diri untuk berfoto dengan benda pameran. Ambil posisi di dekat kendaraan tank perang dengan latar belakang laut, maka foto yang dihasilkan nampak seperti nyata. Tidak seperti berada di dalam museum, hasilnya akan jadi lebih keren.

Selain kapal tank, bermacam objek lain bisa ditemukan. Beberapa di antaranya adalah pesawat tempur model capung, peluru dan rudal zaman Belanda yang berukuran tinggi 1.5 meter, dan beberapa benda kedirgantaraan lainnya.

3. Waterboom Poci


Meskipun termasuk kecil jika dibandingkan dengan Waterboom di Ancol dan Waterboom Lippo Cikarang, namun waterboom Poci ini bisa membuat sensasi andrenalin yang berbeda saat kita mencobanya. Perosotan melingkar dengan panjang lintasan lebih dari 30 meter  ini berujung di kolam renang dengan air jernih dan segar.

Setelah puas melintasi Waterboom, cobalah berada di tengah tengah kolam renang. Inilah wahana utaman, teko raksasa atau masyarakat menyebutnya Poci setinggi 15 meter akan mengguyurkan air dalam jumlah banyak setiap beberapa menit. Sensasi kesegaran dan guyuran air teko raksasa itu membuat semua pengunjung yang berada di tengah kolam berteriak histeris. Untuk memasuki wahana ini, setiap pengunjung dikenakan tarif retribusi Rp. 10.000,-

4. Wisata kuliner

Tak afdhol rasanya mengunjungi Pantai Alam Indah tanpa mencoba kuliner khas Tegal yang banyak di jajakan di sepanjang garis pantai. Beragam makanan dan jajanan khas Tegal yang unik dan tidak mungkin Anda temui di tempat lain. Ada beragam kupat yang bisa dicoba di sini antara lain kupat glabed, ketupat dengan sayur santan kuning dicampur dengan ayam dan kerupuk mi khas Tegal.

Satu lagi kupat yang tidak boleh terlewat yaitu kupat bongkok. Campuran tauge, mi kuning dan bumbu olahan tempe bongkrek akan menggoda lidah. Ingin coba yang lain, coba sate blekok. Tidak dari ayam atau kambing, sate ini berasal dari burung pantai seperti bangau, lezat! Terakhir, sauto. Ini adalah makanan yang terdiri dari tauge, daging soun, daun bawang dan bumbu rahasia. Di kota lain, makanan ini disebut soto, namun bumbu rahasia membuat makanan khas Tegal ini berbeda dari yang lainnya.

Makanan khas tersebut bisa kita jumpai di kawasan Pantai Alam Indah (PAI). Menikmati makanan khas Tegal bisa dilakukan sambil lesehan dan berjemur di pantai atau bisa juga sambil duduk-duduk di saung yang sengaja didirikan oleh pengelola objek wisata di dekat pantai. Jika ingin lebih privat, Anda bisa memesan tempat khusus, yaitu di sebuah restoran kapal yang berada di tengah pantai. Restoran yang terbuat dari bangkai kapal ini berada di tengah pantai berjarak sekitar 20 meter dari daratan.

5. Kereta wisata & perahu wisata

Wahana ini difasilitasi oleh pengelola wisata khusus untuk Anda yang ingin berkeliling area objek wisata agar tidak terlalu menguras tenaga. Trek yang dilalui oleh kereta wisata adalah sepanjang pantai wisata PAI, dengan tarif Rp 5.000/orang, sama dengan tarif  perahu wisata. Bedanya perahu wisata ini akan mengantar anda mengelilingi perairan wisata Pantai Alam Indah. Jika penasaran, petugas perahu wisata akan mengantar Anda menuju bangkai kapal yang berada lebih dari 200 meter dari bibir pantai untuk sekadar berfoto.

Selain kereta wisata dan perahu wisata, di area wisata Pantai Alam Indah juga telah disediakan berbagai wahana untuk anak-anak. Kereta halilintar, komedi putar, kolam renang mini, dan wahana pendukung lainnya jadi surga tersendiri untuk anak-anak.

6. Belanja suvenir

Setelah puas mengelilingi objek wisata Pantai Utara Kota Tegal dan bergegas untuk melanjutkan perjalanan mudik Anda, tiba saatnya untuk membeli oleh oleh dan souvenir khas Tegal.

Suvenir berupa kaos Tegal, baju pantai dan pernak pernik lainnya bisa kita dapatkan di sepanjang area wisata Pantai Alam Indah. Biasanya para pedagang ini menjual dagangannya di area terbuka, sehingga bisa mengakrabkan diri dengan pembeli. Harganya cukup variatif, untuk kaos ukuran kecil berkisar Rp 10.000-15.000. Sedangkan ukuran dewasa dalam kisaran Rp 25.000-35.000.

Jadi, bagi Anda yang kebetulan musim Lebaran ini mudik dari Jakarta menuju Jawa tengah dan Jawa Timur serta melintas di daerah Pantura Tegal, mampirlah sejenak ke objek wisata Pantai Alam Indah (PAI). Selain untuk sekadar menghilangkan rasa lelah di perjalanan, berkunjung ke sini juga jadi pengalaman baru yang mungkin tak terlupakan. Semoga perjalanan Anda lancar untuk berlebaran di kampung halaman tercinta.

Sumber :  http://travel.detik.com/read/2012/08/07/132154/1985209/1025/wisata-6-in-1-di-pantai-alam-indah-tegal oleh Nurul Huda

Telur Asin khas Brebes

Posted in
by Jakwire dewek

Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).
Panganan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.
Di Jawa Tengah, daerah Brebes dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Telur_asin

Copyright 2013 @ JakwirDotCOm